BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Jumat, 27 Januari 2012

Beruntung?

Kadang, dalam kepalaku ini muncul ego :

"kenapa orang lain lebih beruntung dari aku?"
"kenapa bukan aku yang bernasib seperti dia?"
"aku dan dia sama, tetapi kenapa dia lebih beruntung?"
dan lain lain.

Jelas kita tahu, keberuntungan bukan hal yang bisa kita atur.
Nasib. Iya, nasib yang menentukan semuanya, jodoh, kabar baik, orang tua, kakak adik, keluarga, kabar buruk, musibah, kegembiraan semua bukan kita yang atur. Kita bukan orang yang bisa memilih akan hidup dimana kita? Negara mana kita akan tinggal? Orang tua seperti apa yang kita punyai? Kakak adik seperti apa yang akan kita miliki?

Sungguh pelik hidup ini kalau semua dipikirkan secara bersungguh-sungguh. Semua akan kembali ke sana. Ke-Esa-an Allah. Apa kita mampu melawan semua yang sudah digariskan olehNya?

Waktu aku SD, mulai bisa berpikir dan menelaah. Aku pernah berpikir, kenapa kita hidup? Apa yang dicari Tuhan ya? Tuhan kan sudah memiliki semua, kenapa harus menciptakan manusia-manusia yang tidak terhitung jumlahnya?

Otak masa SD ku berkesimpulan, "Ah! Kita ini, manusia-manusia ini cuma maenan Tuhan, kita semua ini boneka-boneka yang dimainkan Tuhan saat Tuhan bercerita kepada cucu-cucunya" -- aku yakin sekali, pikiran ini terinspirasi oleh keseharianku yang sering diceritakan dongeng oleh nenek. =_=

Makin beranjak gede, pikiran itu mulai memudar. Pikiranku : "Emang Tuhan segitu ga ada kerjaan ya, sampe Dia mau ngurusin manusia satu-satu cuma buat biar manusia ada ceritanya?"

Akhirnya sampai ke pikiran, manusia itu punya takdir masing-masing. Punya nasib sendiri-sendiri. Kita sebagai manusia bisa apa? Cuma berharap menjadi manusia yang baik, tidak menyakiti hati, tidak merugikan orang lain, tidak membiarkan hal buruk terjadi. Karena aku yakin karma itu ada.

Bukan, aku bukan membicarakan tentang agama kali ini. Aku bukan orang saleh, yang paham betul tentang agama. Aku hanya melihat diriku sendiri. Berkaca. Aku berharap menjadi orang baik itu. Bahwa tidak ada karma yang buruk terjadi padaku adalah suatu harapan.

Sehingga aku bisa bilang ke ego ku : "Hey! Aku ternyata beruntung hari ini..."

0 komentar: